Gerindra Minta KPK Dalami Ocehan Nazaruddin Soal Proyek Korupsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat meminta KPK untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan Nazaruddin. Terpidana kasus wisma atlet tersebut menyebut sejumlah proyek-proyek besar seperti pembelian pesawat Merpati 60, E-KTP, pembangunan Gedung MK adalah bancakan Anggota-anggota DPR. “Apalagi di bulan Puasa yang penuh berkah ini, keterangan Nazaruddin ini tentu tidak boleh dianggap […]
Gerindra Minta KPU Ubah Jadwal Pemilu
Tribunnews.com, Jakarta - Partai Gerindra berpendapat Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2014 oleh KPU sejak 11 Juli 2013 lalu masih banyak menyisakan masalah penting, yang jika tidak diantisipasi dengan baik akan menurunkan kualitas penyelenggaraan Pemilu. “Bagi Gerindra soal Daftar Pemilih adalah salah satu persoalan penting yang akan menentukan hitam putihnya pelaksanan Pemilu. Berbagai macam variasi kecurangan, bisa terjadi dengan berawal dari Daftar Pemilih yang tidak akurat,”kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman, dalam rilisnya, Miggu (21/7/2013). Gerindra mencatat permasalahan penting terkait Daftar Pemilih yang harus segera dicarikan solusinya, yaitu soal permasalahan ketidakakuratan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan oleh pemerintah kepada KPU karena masih terdapat dualisme bentuk KTP yakni KTP lama dan E KTP. Sebagaimana kita ketahui bahwa hingga saat ini program E KTP masih belum selesai, diperkirakan masih ada 50 juta penduduk yang belum memiliki E KTP dan itu berarti belum ada data akurat mengenai jumlah sebenarnya penduduk kita. “Tidak mungkin KPU bisa menyusun daftar pemilih yang sempurna jika ‘bahan mentah-nya’ yaitu DP4 sudah bermasalah,” kata Habib. Permasalahan kedua, menurut dia, adalah metode pengumuman online di website KPU yang masih acak-acakan. KPU memberi kode bintang pada penulisan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tidak menyediakan kolom tangal lahir , tidak menyediakan kolom alamat dan banyak mengosongkan kolom tempat lahir. Format pengumuman online tersebut jelas melanggar ketentuan Pasal 33 ayat (2) UU Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu Legislatif yang harus memuat NIK, nama lengkap, tanggal lahir , jenis kelamin dan alamat lengkap pemilih . “Selain itu format tersebut juga melanggar azas keterbukaan yang diatur dalam pasal 2 huruf g UU Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pemilu,” kata dia. Selain itu hingga hari ini masih banyak DPS Kabupaten/Kota yang belum diunggah di website. KPU berdalih bahwa DPS tersebut sudah ada, namun masih dalam proses pengunggahan. “Menurut kami dalih tersebut sangat aneh, sebab pengunggahan bisa dilakukan dengan mudah dan dengan teknologi yang sederhana,” kata Habib. Begitu juga dalih KPU bahwa pengumuman DPS tidak diwajibkan secara online tidak sepenuhnya tepat. Pasal 36 ayat (3) UU nomor 8 Tahun menyebutkan bahwa “DPS diumumkan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat”. Jika merujuk pada tujuan diumumkannya DPS, maka metode pengumuman yang dipilih haruslah efektif untuk menjaring masukan dari masyarakat, […]
Peluang Prabowo makin besar kalau pinang cawapres perempuan
MERDEKA.com, Rencana Partai Gerindra mencari cawapres perempuan untuk mendampingi Prabowo Subianto dianggap sebagai langkah mencari peluang politik yang lebih besar. Langkah tersebut dianggap mampu mengangkat perolehan suara Prabowo pada pemilihan presiden di tahun 2014. “Di sini saya melihat Prabowo mencari peluang politik yang lebih besar kalau memilih cawapres perempuan. Kans dia menjadi presiden akan lebih […]
Gerindra Buka Pintu Koalisi dengan Partai Islam
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Gerindra semakin optimistis menghadapi Pemilu 2014 mendatang dengan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Nusantara (LSN). Lembaga ini menempatkan Partai Gerindra di posisi ketiga, di bawah PDI Perjuangan dan Partai Golkar sebagai partai yang paling banyak dipilih masyarakat jika pemilu dilakukan saat ini. Gerindra pun membuka pintu untuk berkoalisi dengan semua partai, […]
Gerindra Deklarasikan Enam Program Aksi
JAKARTA - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) membeberkan program yang akan direalisasikan jika mendapat mandat dari rakyat untuk memimpin pemerintahan 2014-2019. Kemarin (15/7) partai yang digawangi Prabowo Subianto itu mendeklarasikan enam program aksi transformasi bangsa Indonesia. Enam program aksi itu akan disosialisasikan seluruh calon anggota legislatif (caleg) Gerindra untuk memenuhi target meraup lebih dari 20 […]
PKNU Gabung dengan Gerindra
Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) membuat kesepakatan dengan Partai Gerindra untuk membuat sayap organisasi. Nantinya, sayap itu akan diberi nama Organisasi Masyarakat Gerak Aswaja (Ahlussunah wal jamaah). Ormas tersebut nantinya diharapkan dapat memfasilitasi aspirasi politik kaum buruh. “PKNU dan Gerindra sepakat mendirikan ormas sayap, namanya Gerak Aswaja. Ormas ini sebagai penyalur aspirasi politik kader-kader potensial […]