PPP: TNI Sebaiknya Tetap Netral

Romahurmuziy
Ide TNI bisa menggunakan hak politik untuk ikut memberikan suaranya dalam pemilihan umum, menuai kritik. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai sebaiknya TNI tetap netral.
“TNI dibutuhkan sebagai pengawal ideologi negara dan penjaga wawasan nusantara. Karenanya, sebaiknya TNI tetap dalam posisi netral,” kata Sekretaris Fraksi PPP M Romahurmuziy dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews.
Menurut dia, keberpihakan pada partai tertentu, meski sekadar hak memilih, berpotensi menggiring TNI dalam ketidakutuhan. Wakil Sekretaris Jenderal ini menilai pengalaman masa lalu sudah cukup.
“Sudah cukup sejarah Orde Lama dan Orde Baru mengajarkan pengalaman TNI terpolitisir sedemikian rupa, sehingga membahayakan bangsa,” ujar mantan anggota Panitia Khusus Angket Bank Century ini.
‘Ide’ bagi TNI ini kembali mengemuka dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut SBY, anggota TNI bisa menggunakan hak politiknya untuk ikut memberikan suaranya dalam pemilihan umum.
“Kalau bicara hak asasi, hak politik anggota TNI tidak boleh dikebiri, tidak boleh dicabut. Negara yang lain namanya anggota militer itu dalam pemilu boleh memilih,” ujar Yudhoyono di Istana Cipanas, Cianjur, Jumat 18 Juni 2010. (hs)
Sumber : Ismoko Widjaya, Arfi Bambani Amri • VIVAnews