Soal “Selebaran Katolik”, Apa Urusannya JK Minta Maaf?

Jusuf Kalla
Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto tak ambil pusing dengan desakan Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono agar JK minta maaf terkait beredarnya selebaran “Katolik” dalam kampanye tertutup JK di Medan, Sumatera Utara, pekan lalu.
Demikian disampaikan Juru Bicara Timkamnas JK-Win, Poempida Hidayatullah, di Chemical Media Center, Selasa (30/6). “Biar saja. Enggak ada urusannya Pak JK minta maaf,” ujar Poempida singkat.
Ia mengaku cukup bingung dengan keberatan yang disampaikan Timkamnas SBY-Boediono. Menurut Poempida, jika keberatan terjadi di daerah, seharusnya pengaduan atau pelaporan disampaikan ke Panwas setempat. “Ini kan daerah, lantas kenapa dibawa ke nasional. Lucunya juga, kenapa Rizal Malarangeng langsung tahu pada hari itu juga,” tutur Poempida.
Koordinator Wilayah Jawa I Enggartiasto Lukita juga mengatakan, pihaknya tak akan terjebak dalam peristiwa yang belum jelas siapa otak di belakangnya. “Kami tidak mau masuk ajang perdebatan dalam proses yang tidak jelas, apalagi debat kusir,” ujar Enggar di sela-sela keterangan pers.
Sumber : KOMPAS.com Caroline Damanik
Mungkin saja Rizal Mallaranggeng sudah mewanti2, apa bila H.M.Jusuf Kalla jadi president, kursinya Rizal Mallaranggeng, ditukar dengan bangku. Jadi dia” Rizal, mati2an ngebela SBY biar kursinya bertambah roda, agar cepat meluncur bersama dengan kehancuran Indonesia. Rizal itu orang makassar dan sudah tau benar bahwa belum waktunya orang sulawesi memimpin Indonesia. Lalu ngapain lu di Jakarta? Mendingan pulang kampung. Ada 4 metode politik yang nampak di mata para suporter {rakyat indonesia.} Yang pertama, namanya politik Bebek{ politik uang} Yang ke 2 politik purbakala { kesukuan.} ke 3 politik umbul2{ikut2an.} ke 4 politik ilmu.{ akal}. Seandainya Rizal Mallaranggeng hidup di zaman belanda dan saat2 dekat kemerdekaan, lalu Rizal membela orang belanda,” kira2 Rizal di namakan apa?. Sementara Rizal, tidak termasuk golongan politik nomor 4. Rizal Mallaranggeng, tau benar itu, bahwa orang yang paling baik memimpin Indonesia, adalah orang yang paling baik di antara kamu. Namun Rizal bilang, belum waktunya orang sulawesi memimpin Indonesia dan menjadi tim sukses SBY-BOEDIYONO, dari partai demokrat, ngocenya tidak demokrat. Awas mulai kelihatan bohongnya. Insya ALLAH President yang memimpin Indonesia, orang dari kepulauan 1000, kalau dia paling baik di antara kamu,”mengapa tidak. Ingat Rizal,” dengan persetujuan presiden,”Gubernur BI Boediyono meminta agar pemerintah menjamin semua resiko perbankan, {BLANKET GUARANTEE} masyarakat sudah susah, janganlah lagi oknum2 bank membuat kerusakan, lalu masyarakat, disuruh memperbaiki.
Siapun presidennya tolong jaga amanah rakyat maju terus indonesi kami siap mengawal NKRI harga mati