Wapres Pernah Marah Besar kepada Boediono

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Saat memberikan pengarahan kepada para pengusaha, yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo), Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengungkapkan ia pernah marah besar kepada Boediono, yang pernah menjadi Menko Perekonomian.

“Puncak kemarahan saya yang pertama ketika Pak Boediono menolak memberikan jaminan pemerintah secara tertulis untuk proyek listrik 10.000 MW kepada perbankan,” ungkap Wapres, saat memberikan pengarahan di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Apindo di Hotel Adika Bahtera, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (27/6) siang.

Menurut Wapres, puncak kemarahannya yang kedua saat ia diminta memberikan persetujuan untuk memberikan jaminan 100 persen kepada perbankan dalam pemberian kredit atau blunket guarrantee.

“Hampir saya lempar surat penjaminan perbankan tersebut. Saya waktu itu hanya pukul meja. Itulah puncak kemarahan saya yang kedua karena waktu itu dibilang jaminan penuh itu sudah disetujui oleh pimpinan,” tambah Wapres, tanpa merinci siapa yang dimaksud pimpinan itu.

Dikatakan Wapres, “Mengapa saya marah besar. Karena, menurut saya, begitulah cara berpikir liberal. Untuk memberikan jaminan kepada kepentingan rakyat yang butuh listrik, tidak disetujui. Akan tetapi, untuk kepentingan pemilik modal bank, mau dijamin 100 persen.”

Sumber : KOMPAS Suhartono

6 Responses to Wapres Pernah Marah Besar kepada Boediono

  1. d2 June 29, 2009 at 1:52 am

    mungkin kepentingan pribadi / golongan si jk nga terwakili jd marah2 mo lempar 2 an segala….koq jd pejabat tinggi nga bisa kontrol diri sih..( nga bisa KKN nih yeee ) .?

  2. Saitosan June 29, 2009 at 6:21 am

    Ngak ada uangnya kok maksa minta jaminan. siapa nanti yang mau bayaras

  3. hapsari June 29, 2009 at 12:42 pm

    he he baru jd wapres aja sudah serasa negara ini punya sendiri ya pak?? gimana kalo ntar jadi presiden??? ih NGERI GAAA….

  4. jordan pradana June 29, 2009 at 3:06 pm

    SIFAT-SIFAT PEMIMPIN :
    - Bijaksana
    - Pinter dan Teliti
    - Mengayomi & melindungi yang dipimpin dengan iklas tanpa ada udang di
    balik batu (proyek2 tertentu)
    - Tidak grusa grusu
    - Dalam mengambil keputusan harus dipertimbangkan masak2 baik
    buruknya setelah keputusan diambil
    - Prefesional (tidak boleh marah2 apalagi menggebrak meja sidang)
    - Rendah Hati
    - Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso dan Tut wuri Handayani
    ( didepan memberi contoh, ditengah2 ikut bekerja dan dibelakang mengikuti
    mengevaluasi) jangan didepan/mimpin sidang MARAH2 apalagi nggebrak
    meja itu meja rakyat bukan meja nenek moyang loe)
    - Tidak sombong (alias akunya tinggi, contoh itu jasaku, ini ideku, sana itu
    tanpa aku tidak bisa…dll)

    Masih banyaklah sifat-sifat pemimpin yang harus dilakukan…..dan diantara 3 calon presiden 2009 - 2014 hanya ada di SBY-BOEDIONO…………………………..

  5. Satosan June 29, 2009 at 5:02 pm

    Sifat seorang pemimpin sebenarnya sih andap asor, bagaimana dengan ini?? Silahkan anda menilainya dengan bijak.
    Sifat memaksa adalah bukan sifat yang baik pal, semua orang punya tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabkan. Apakan ini merupakan sifat yang lebih cepat lebih baik? Aku rasa bukan ini yang dimaksud.

  6. Sutapa July 1, 2009 at 2:35 pm

    Yang penting koordinasinya, toh bukan untuk pak JK sendiri listrik 10.000 MW, buktinya di Kalimantan listrik beli sama Malaysia, katanya banyak batubara mana tuch larinya. Kejar terus pak JK kalo itu demi masyarakat. Perjuangkan pemerataan pembangunan wujudkan cita-cita nasional “Mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia” bukan di jawa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone