Siswa SMA Sumbang Angka Golput Pilkada Kediri

Siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat turut menyumbangkan angka “golongan putih” (golput) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (12/5).

“Banyak di antara siswa SMA asal Kabupaten Kediri yang bersekolah di Kota Kediri tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” kata Ketua Pokja Logistik dan Pendaftaran Pemilih KPU Kabupaten Kediri, M. Syamsuri, Kamis.

Saat pilkada digelar, semua SMA di Kabupaten Kediri diliburkan, kecuali mereka yang mengikuti ujian nasional ulangan.

Namun, kebijakan itu tidak dilakukan sekolah di Kota Kediri, sehingga siswa yang namanya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Kabupaten Kediri tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Seperti di SMA Negeri 3 Kediri, ada kelas II yang jumlah siswanya 41 orang. Namun hanya delapan dari Kota Kediri, selebihnya dari Kabupaten,” kata Syamsuri mengungkapkan.

“Seharusnya pihak sekolah bisa memberikan dispensasi kepada siswa asal Kabupaten Kediri yang punya hak suara,” katanya.

Kendati sampai sekarang proses penghitungan suara masih berlangsung di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Syamsuri memperkirakan angka golput dalam Pilkada Kabupaten Kediri mencapai 35 persen.

Selain dipengaruhi oleh siswa sekolah, tingginya angka golput itu disebabkan beberapa faktor lain, di antaranya banyak warga Kabupaten Kediri yang bekerja di Kota Kediri dan kurangnya sosialisasi serta sikap apatis masyarakat.

“Siapa pun yang jadi, saya yakin tidak akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kediri,” kata Agung, warga Desa Tepus, Kecamatan Gampengrejo.

Oleh sebab itu, dia memilih golput daripada meninggalkan pekerjaannya sebagai petugas pengisian BBM di SPBU Jalan Raya Kediri-Ngadiluwih itu.

Pilkada Kabupaten Kediri diikuti oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni Sunardi-Sulaiman Lubis, Nurlaila-Turmudi Abror, dan Haryanti-Masykuri.

Haryanti dan Nurlaila merupakan istri pertama dan kedua Bupati Kediri Sutrisno yang sudah tidak boleh mencalonkan diri lagi, karena sudah dua periode menjabat, yakni pada 2000-2005 dan 2005-2010.

Persaingan dalam memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati Kediri periode 2010-2015 semakin ramai dengan keikutsertaan Sulaiman Lubis yang masih menjabat Wakil Bupati Kediri saat ini.

Kendati KPU setempat tidak mengumumkan secara resmi hasil penghitungan sementara, ada dua lembaga swadaya masyarakat yang melakukan hitung cepat.

Hitung cepat versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan pasangan Haryanti-Masykuri meraup 53,70 persen suara, sementara Sunardi-Sulaiman 37,49 persen suara dan Nurlaila-Turmudi harus puas dengan hanya meraih 8,81 persen suara.

Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) yang juga melakukan hitung cepat memenangkan pasangan Haryanti-Turmudi dengan perolehan 54,9 persen suara, kemudian pasangan Sunardi-Sulaiman meraih 39,9 persen suara dan Nurlaila-Turmudi hanya dengan 8,4 persen suara.

Jumlah DPT dalam Pilkada Kabupaten Kediri mencapai 1.173.325 orang atau lebih besar daripada Pemilu Presiden 2009 sejumlah 1.125.339 orang.

Sumber: antarajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone