Anas Urbaningrum: Tindakan Bawaslu Berlebihan

Anas Urbaningrum
Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, Anas Urbaningrum menyatakan, tindakan pihak Bawaslu berlebihan terkait sikap lembaga pengawas Pemilu ini yang melaporkan Tim Kampanye SBY-Boediono ke Mabes Polri karena diduga berkampanye di luar jadual.
“Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaporkan Tim Kampanye SBY-Boediono ke Bareskrim Polri, padahal kegiatan yang dimaksud adalah silaturrahim partai politik (Parpol) koalisi pendukung Capres-Cawapres SBY-Boediono di Kemayoran,” katanya di Jakarta, Minggu.
Anas Urbaningrum menjelaskan, sebagaimana juga beberapa petinggi Partai Demokrat lainnya bersikukuh, acara yang dituding sebagai kampanye itu, merupakan kegiatan internal partai koalisi.
“Konsolidasi internal itu dalam rangka memantapkan persiapan pemenangan (Capres-Cawapres SBY-Boediono). Tentu saja memang ada bagian pemantapan visi oleh Capres dan Cawapres kami,” jelasnya.
Ia berpendapat, pemantapan tersebut harus dilakukan, agar seluruh garda partai koalisi memahami garis program dan mantap untuk melakukan kerja-kerja pemenangan.
“Jadi, bukan dimaksudkan untuk mempengaruhi pemilih. Karena itu, jelas hal ini bukan tergolong kampanye. Saya kira bedanya jelas antara silaturrahim dan konsolidasi dengan kampanye,” tandasnya.
Karena itu, Anas Urbaningrum kembali menuding tindakan Bawaslu itu berlebihan.(*)
SUmber : antara
Pak Anas…udahlah gak usah pura-pura…. Bkn BAWASLU yg berlebihan, tp partai Demokrat dan koalisinya yg berlebihan… Jgn lagi berbohong pak….iklan di tv dan radio sblm tgl 2 juni itu kan jg pelanggaran..Tapi anda berdalih…Amit-amit..sampe kapan kita mau dibodohi dan dibohong dgn Partai Demokrat dan koalisinya. Sadar atuh pakkkkk !!!
Mas Anas, komentar anda yang berlebihan. Bawaslu itu hanya menjalankan tugas. Alasan apapun yang anda kemukakan tetap saja rakyat itu melihatnya sebagai kampanye. Dalam hal ini kesantunan dan keintelektualan anda beserta petinggi partai demokrat lainnya tidak mujarab lagi untuk membohongi rakyat.
Ya sudah jangan membantah penwaslu itu punya bukti kalau nanti tidak bersalah buktikan saja dipengadilan kan beres gitu aja repot!!!!
yaa sportif doang, jangan2 politik lagi jadi korban, namanya juga politik ,tik,tik,tik,
ketua dan anggota bawaslu diisi oleh orang2 parpol pdip dan golkar yg dipilih oleh dpr, jelas tindakan ini merupakan tindakan manuver kotor partai politik tertentu.
kalau mau menegakkan aturan dianggap berlebihan, berarti melanggar aturan itu wajar-wajar aja yah pak Anas? Hidup PD yang mendukung pelanggaran… lanjutkan teruus pelanggaran aturan..